keputusan wasit Air Mata pemain Mental Persegres

June, 18, 2016 • by 0 Comments


Samarinda – Persegres Gresik United mengalahkan minggu ketujuh Kejuaraan Sepak Bola Indonesia (ISC). Menghadapi Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (17/06/2016) Persegres menewaskan lima gol tanpa balas.

Kemenangan PBFC dicetak JAD Noureddine (31 ‘), Jeffery Kurniawan (37’), Pedro Javier Velasquez (46 ‘), Edilson Tavares (58’) dan LERBY ELIANDRY (93 ‘). Menurut Liestiadi, hasil negatif ini disebabkan pengelolaan hakim sangat buruk. Persegres pelatih mengevaluasi skuatnya kesulitan mempertahankan konsentrasi selama pertandingan karena buruknya kinerja wasit Marjoko.

“Pemain menjadi emosional dan tidak bisa lagi melihat manajemen hakim konsentrasi sangat sulit. Kami harus mendapatkan beberapa tendangan pemain bebas melanggar, tapi hakim tidak bisa apa saja,” kata Liestiadi.

Ia juga mencatat PBFC player, Kurniawan Jefri harus mengalahkan kartu merah untuk Eduardo Aracil dari belakang. Namun wasit tetap memggubris, termasuk beberapa pelanggaran yang menyebabkan striker Patrick Da Silva.

“Itu adalah pertandingan yang buruk. Tidak peduli berapa banyak gol kita kehilangan tapi hakim manajemen yang membuat permainan menjadi tidak baik. Jika Persegres sesuatu harus kehilangan dengan 10 gol, saya bisa menerimanya jika hakim Tujuannya, “kata Liestiadi.

Karena kekalahan ini, Persegres terpaku posisi 13 klasemen. Sesaat Laskar Jacket Samudera memiliki delapan poin adalah hasil dari dua kemenangan, dua kali seri dan tiga kali kalah.